Minggu, 20 November 2011

PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI


Mengidentifikasikan sikap-sikap perkembangan anak usia dini
a.       Aspek Moral agama, contohnya:
1)      Ketika anak masuk rumah anak sudah dapat mengucapkan salam dan ank juga dapat menjawab salam
2)      Anak sudah bisa menghafal doa sebelum tidur
3)      Disekolah anak sudah bisa belajar praktek berwudhu
4)      Anak sudah bisa melafalkan huruf hijaiyah disekolah
5)      Disekolah anak sudah belajar praktek manasik haji

b.      Aspek Sosial emosional, contohnya:
1)      Dalam bermain anak sudah dapat bermain dengan baik tanpa mengganggu temannya yang lain
2)      Anak sudah bisa berbagi makanan bersama teman sebaya
3)      Anak sudah bisa melakukan kegiatan belajar bersama temannya atau kelompoknya
4)      Anak sudah bisa saling membantu sesama teman
5)      Anak sudah bisa memberikan bingkisan atau hadiah

c.       Aspek Kemandirian  contohnya:
1)      Anak dapat memakai pakaian sendiri tanpa bantuan orang tua
2)      Anak dapat meletakkan tas sekolah pada tempatnya tanpa menunggu perintah orang tuanya
3)      Anak sudah dapat memasang sepatu sendiri tanpa dibantu orang tua atau gurunya
4)      Anak sudah terbiasa bangun pagi, tanpa dibangunkan oleh orang tuanya
5)      Anak sudah bisa menggosok gigi sebelum tidur


Perilaku anak usia 3-4 tahun.
1.      Kemampuan bahasa
·         Anak mulai memahami pembicaraan orang lain
·         Anak sudah mulai berceloteh
·         Anak terus belajar mengucapkan isi hati dan pikiran
·         Anak sudah mulai fasih berbicara, dengan cara mengulang-ulang ucapannya sendiri
·         Anak sudah bisa mengucapkan nama sesuatu (binatang, buah dan lain) dari gambar yang ia lihat.

2.      Kemampuan fisik dan omotorik
·         Bermain mainan yang bergerak, misal mendorong mobil-mobilan
·         Berjoget-joget jika mendengar musik
·         Berfose ketika difoto
·         Memanjat untuk menggapai sesuatu yang lebih tinggi dari jangkauannya
·         Berlari-lari dalam bermain

3.      Kemampuan Kognitif
·         Menanyakan nama sesuatu hal yang tampak asing bagi anak
·         Anak sudah mengenal warna
·         Anak sudah mengenal nama hari
·         Anak sudah mengenal nama bilangan
·         Anak sudah mengenal nama binatang
·         Melakukan pengelompokan
·         Melakukan urutan


Perilaku anak usia 4-6 tahun
1.      Kemampuan bahasa
·         Belajar membaca
·         Belajar berhitung
·         Belajar bernyanyi
·         Belajar membaca doa
·         Belajar bercerita dan bertanya

2.      Kemampuan fisik dan motorik
·         Menyusun balok
·         Menggambar
·         Melukis dengan alat bervariasi
·         Belajar menari
·         Belajar membuat origami

3.      Kemampuan kognitif
·         Mengenal lambang huruf
·         Mengelompokkan warna
·         Mengenal huruf hijaiyah
·         Mengenal huruf vokal dan konsonan
·         Mengenal alat musik

Rabu, 09 November 2011

PERANAP.COM: ASAL MULA PENAMAAN BULAN DALAM TAHUN HIJRIYAH

PERANAP.COM: ASAL MULA PENAMAAN BULAN DALAM TAHUN HIJRIYAH

ASAL USUL NAMA PERANAP

Pada zaman dahulu, nenek moyang Peranap tiba di Peranap menjumpai tanah rawa yang sulit dihuni oleh manusia. Oleh karenanya, mereka berdoa kepada dewata agar rawa tersebut dikeringkan. Ternyata, doa mereka dikabulkan.

Atas berkah yang diterima tersebut, mereka ingin mengadakan syukuran. Namun karena mereka baru mau menetap, mereka tidak memiliki apa pun untuk dipakai dalam kenduri. Bahkan, mereka pun tidak mempunyai piring untuk tempat makanan. Sementara itu, di tanah yang baru, belum ada tumbuh pohon apa pun yang bisa dijadikan untuk makanan, kecuali buah pauh, yang umumnya di mana-mana agak sedikit masam.

Lalu bermohonlah sekali lagi mereka kepada Tuhan. Dan lagi-lagi Tuhan mengabulkan. Buah pauh yang umumnya masam berubah menjadi cita rasa yang cukup enak dimakan. Buah tersebut lebat dan besar-besar dan kulitnya dapat dijadikan piring.

Saat itu mereka dipimpin oleh Rajo Kuek Kuaso yang sakti mandraguna. Dengan sekali kayuh, sampai ke batas hilir Kecamatan Kelayang / Kecamatan Rakit Kulim. Di tempat itu, Rajo Kuek Kuaso memasang sawar untuk menangkap ikan. Ikan yang diambil cukup untuk kenduri. Sawar bekas Rajo Kuek Kuaso tadi sekarang telah menjadi batu dan kampungnya kemudian diberi nama Batu Sawar.

Rajo Kuek Kuaso mengayuh ke hulu, sekali kayuh sampailah dia di muara Batang Peranap, tempat pertemuan Batang Peranap dan Batang Kuantan di Sungai Indragiri. Datuk Kuek Kuaso mengambil buah pauh yang ranap-ranap tadi yang mana daging buahnya cukup banyak untuk dicampur dengan ikan yang didapat untuk bahan kenduri sementara kulitnya cukup untuk menjadi piring. Karena pauhnya ranap-ranap, maka disebutlah Pauh Ranap yang saat ini menjadi nama salah satu desa di Kecamatan Peranap. Lama-lama Pauhranap berubah menjadi Peranap.

Setelah mengumpulkan buah pauh sebagai makanan, ikan sebagai lauk, dan kulit pauh sebagai piringnya, Rajo Kuek Kuaso mengayuh sekali lagi dan sampailah ia di hulu Batang Peranap. Di sana, Rajo Kuek Kuaso membuka tudung saji dan menyajikan semua hidangannya. Dengan demikianlah terlaksanalah kenduri yang dihajatkan mereka. Tempat membuka tudung saji dan menyajikan hidang tersebut sekarang dinamakan Pesajian, salah satu desa di Kecamatan Batang Peranap yang berbatasan langsung dengan Propinsi Jambi dan Propinsi Sumatera Barat, berbatasan dengan Pucuk Rantau Kabupaten Kuantan Singingi.

Selasa, 08 November 2011

<data:blog.title/> <data:blog.pageName/> | <data:blog.title/> */ #navbar-iframe {display:none;} body { background:#f3f2ee; color:#333; font-family:Georgia Serif; font-size:small; font-size-adjust:none; font-stretch:normal; font-style:normal; font-variant:normal; font-weight:normal; line-height:normal; margin:0; text-align:center; } a:link { color:#802100; text-decoration:none; } a:visited { color:#802100; text-decoration:none; } a:hover { color:#802100; text-decoration:underline; } a img { border-width:0; } a {outline:0;} #header-wrapper { margin:0 auto 10px; width: 780px; height:210px; background: url(http://sites.google.com/site/farisviosite/banner_blog/my-jorney.jpg?attredirects=0) no-repeat; } #header { color:#333; text-align:left; font-size:30px; margin:10px 0px 10px 60px; padding:10px; } #header h1 { clear:both; width:550px; font-family:"Courier New", Courier, monospace; padding:120px 0px 0px 50px; margin:10px overflow:hidden; float:left; } #header a { color:#b94010; text-decoration:none; } #header a:hover { color:#b94010; } #header .description { clear:both; color:#333; font-family:georgia; font-size:16px; font-size-adjust:none; font-stretch:normal; font-style:italic; font-variant:normal; font-weight:bold; letter-spacing:0.2em; line-height:normal; padding:0px; margin:30px 0px 10px 60px; text-transform:none; } #header img { margin-left:auto; margin-right:auto; } #outer-wrapper { font-family:arial,tahoma,times New Roman; font-size:100%; font-size-adjust:none; font-stretch:normal; font-style:normal; font-variant:normal; font-weight:normal; line-height:normal; margin:0 auto; text-align:left; width:805px; } #main-wrapper { float:right; overflow:hidden; padding-right:20px; width:590px; word-wrap:break-word; } #sidebar-wrapper { float:left; background:#f3f2ee url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXBMcc0mpNxyWDYnj8PkmLwX4FGHV9le6IlYZC0-Yp6dbyWeWvl845me3MHg2LRRTvAMZS2c6-fC7xBaRNWdo1uGUCkmkPiNR-DAVvbzhn7QM8ytZbP5AYP570U8mdx4gbAachN7jxlJs/s1600/sidebarbg.jpg) top left no-repeat; margin-top:50px; overflow:hidden; width:187px; word-wrap:break-word; } h2 { border-bottom:1px solid; font-size:16px; font-size-adjust:none; font-stretch:normal; font-style:italic; font-variant:normal; font-weight:bold; letter-spacing:0; line-height:1.4em; margin:1.5em 0 0; padding-left:3px; text-transform:none; } h2.date-header { border-bottom:medium none; color:#999999; font-family:arial; font-size:12px; font-style:normal; font-weight:normal; margin:1.5em 0 0.5em; padding:0; text-transform:none; } .post { padding:0px 20px; margin:10px 10px 10px 0px; width:540px; float:right; background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLRCBkbdZxQejrWbsU_gkz0XCubpHcItxqCCmXeyty4YBZm8U2qrj-WtHZj7ZkKDTxn65fmLD0S9gQhq0tC-1s_yakfrcQG9u0bqa1RLB14zqyhjP2y8LPoz6gZTfreMSaaSWXsqPEr1c/s1600/bg_post.jpg) top no-repeat; } .post h3 { width:480px; color:#7c9e42; font-size:18px; font-weight:normal; line-height:1.4em; margin-top:15px; padding:0 0 4px; } .post h3 a, .post h3 a:visited, .post h3 strong { color:#333333; display:block; font-weight:bold; text-decoration:none; } .post h3 strong, .post h3 a:hover { color:#333333; } .post img { max-width:540px; } .post-body { font-size:14px; line-height:1.6em; margin:0 0 0.75em; padding:5px; } .post-body blockquote { line-height:1.3em; } .post-footer { border-top:1px dashed #000; color:#666666; font-family:georgia; font-size:12px; font-size-adjust:none; font-stretch:normal; font-style:italic; font-variant:normal; font-weight:normal; letter-spacing:0; line-height:1.4em; margin:0.75em 0; padding-left:5px; padding-top:9px; text-transform:none; } .comment-link { margin-left:0.6em; } .post img { border:1px solid #CCCCCC; padding:1px; } .post blockquote { color:#777777; font-family:georgia; font-style:italic; margin:1em 20px; } .post blockquote p { margin:0.75em 0; } #comments h4 { color:#666666; font-weight:bold; letter-spacing:0; line-height:1.4em; margin:1em 0; text-transform:none; } #comments-block { line-height:1.6em; margin:1em 0 1.5em; margin-right:30px; } #comments-block .comment-author { background:#ECE5B6 none repeat scroll 0 0; margin:0.5em 0; padding-bottom:4px; padding-left:8px; padding-top:4px; } #comments-block .comment-body { border-left:2px solid #ECE5B6; border-right:2px solid #ECE5B6; margin-top:-6px; padding-left:10px; padding-top:10px; } #comments-block .comment-footer { border:2px solid #ECE5B6; border-top:none; font-size:11px; line-height:1.4em; margin:-0.25em 0 2em; padding-bottom:5px; padding-left:10px; text-transform:none; } #comments-block .comment-body p { margin:0; padding-bottom:15px; } .deleted-comment { color:gray; font-style:italic; } #blog-pager-newer-link { float:left; } #blog-pager-older-link { float:right; } #blog-pager { text-align:center; padding:20px; } .feed-links { clear:both; line-height:2.5em; } .sidebar { color:#666666; font-size:12px; line-height:1.5em; } .sidebar h2 { color:#c4a85f; font-size:12px; padding:4px 0px; margin:5px 0px; text-transform:uppercase; } .sidebar ul { list-style-image:none; list-style-position:outside; list-style-type:none; margin:0; padding:0; } .sidebar li { background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl2heBXa9ncZ9uglrmxjjs-AiD9t5bnVtSZWgEweCZtA5Teix0iGS4fd7KiEik_Fz5_SIXaZQI8GcyhRk4tg9j2YlDHsig__RUl2fvZP3K1I69T1xtfVkBxc96sA1cEbtJQnq3hraulsA/s400/Favorites.gif) no-repeat; padding-left: 15px ; line-height:18px; margin:0px; } .sidebar .widget, .main .widget { padding-left:20px; margin:15px 0px 10px 0px; } .main .Blog { border-bottom-width:0; } .profile-img { border:1px solid #CCCCCC; float:left; margin:0 5px 5px 0; padding:4px; } .profile-data { color:#999999; font-family:'Trebuchet MS',Trebuchet,Arial,Verdana,Sans-serif; font-size:78%; font-size-adjust:none; font-stretch:normal; font-style:normal; font-variant:normal; font-weight:bold; letter-spacing:0.1em; line-height:1.6em; margin:0; text-transform:uppercase; } .profile-datablock { margin:0.5em 0; } .profile-textblock { line-height:1.6em; margin:0.5em 0; } .profile-link { font-family:'Trebuchet MS',Trebuchet,Arial,Verdana,Sans-serif; font-size:78%; font-size-adjust:none; font-stretch:normal; font-style:normal; font-variant:normal; font-weight:normal; letter-spacing:0.1em; line-height:normal; text-transform:uppercase; } /*-------------SiteNav------------------*/ #footer { width: 800px; height:300px; clear: both; padding:0px; margin:0 auto; overflow:hidden; } #sitenav { width: 800px; padding:20px 20px 10px 20px; margin:0 auto; background:#f3f2ee url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdsv4Jf-QCapBkPI10AmMIdfXg0NRCBuoto_xE-cie9o0wjQoRipY_bXhEc2Pc98mOcZ2YPyG0xVymThESCaxBNO80Ngr0lbnoMEY_KIWY8nHIbQjj9Z-aXm0eGMPGM9ihmBalKNcjyis/s1600/bg_sitenav.jpg) no-repeat; overflow:hidden; } #sitenav h2 { border-bottom:1px solid #8c8e82; font-size:12px; font-weight:bold; padding:3px; margin:0px; color:#c4a85f; } #sitenav .box { font-size:11px; width:130px; float:left; padding:0px; margin:10px 10px 10px 10px; } #sitenav .box ul { padding:5px 0px 0px 20px; margin:0px; } #sitenav .box li { list-style-type:square; padding:3px 0px 3px 0px; border-bottom:1px dashed #666; margin:0px; color:#666; } #sitenav .box li a{ color:#676a63; text-decoration:none; } #sitenav .box li a:hover{ color:#333; text-decoration:underline; } #sitenav .box2 { font-size:11px; width:400px; float:left; padding:0px; margin:10px; } #sitenav .box2 ul { padding:5px 0px 0px 20px; margin:0px; } #sitenav .box2 li { list-style-type:square; padding:3px 0px 3px 0px; border-bottom:1px dashed #666; margin:0px; color:#666; } #sitenav .box2 li a{ color:#676a63; text-decoration:none; } #sitenav .box2 li a:hover{ color:#333; text-decoration:underline; } #content-wrapper { } .widget-content { padding:5px 6px; } .credit { color:#CCCCCC; font-family:georgia; font-size:12px; font-style:italic; font-weight:normal; height:80px; padding:10px; text-align:center; } .credit a { color:#FFFFFF; text-decoration:none; } .credit a:hover { color:#DDDDDD; } #nav { list-style-type:none; margin:0 auto; padding:11px 0 22px; text-align:left; width:744px; } #nav ul { margin:0; padding:0 !important; } #nav li { display:inline; list-style-image:none; list-style-position:outside; list-style-type:none; margin:0; padding:0; } #nav li a { color:#FFFFFF; font-family:arial; font-size:14px; font-size-adjust:none; font-stretch:normal; font-style:normal; font-variant:normal; font-weight:600; line-height:normal; padding:9px 14px; text-align:center; text-decoration:none; } ]]>
 

DEFINISI DAN KEGAYAAN BAHASA


KEGAYAAN BAHASA DAN DEFINISI

A.  Kegayaan Bahasa
Kegayaan bahasa merupakan bentuk retorik, yaitu penggunaan kata-kata dalam berbicara dan menulis untuk meyakinkan atau mempengaruhi, menyimak dan membaca.
Menurut Keraf, (1985:113) mengemukakan bahwa “gaya bahasa” adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa). Sebuah gaya bahasa yang baik harus mengandung tiga unsur berikut: kejujuran, sopan santun dan menarik.
a.      Kesatuan Gagasan
Kalimat yang baik harus memperlihatkan kesatuan gagasan dan mengandung ide pokok. Dalam sebuah kalimat tidak boleh diadakan perubahan dari satu kesatuan gagasan kepada kesatuan gagasan lain yang tidak ada hubungan, atau menggabungkan kedua kesatuan yang tidak mempunyai hubungan sama sekali. Bila dua kesatuan yang tidak mempunyai hubungan sama sekali dihubungkan maka akan rusak kesatuan pikiran itu.
1.      Kesatuan Tunggal, contoh: kita dapat merasakan dalam kehidupan sehari-hari, betapa emosi itu sering kali merupakan tenaga pendorong yang amat kuat dalam tindak kehidupan kita.
2.      Kesatuan Gabungan, contoh: dia telah meninggalkan rumahnya pukul enam pagi dan telah pergi ke Jakarta satu jam yang lalu.
3.      Kesatuan Pilihan, contoh: kamu boleh menyusul saya ke Bandung atau tinggal saja di Pekanbaru.
4.      Kesatuan Pertentangan, contoh: Ranndy itu jelek dan kurus tapi ia manis dan baik hati.
b.      Mengubah-ubah posisi dalam kalimat
Pada prinsipnya dapat dikatakan bahwa semua kata yang ditempatkan pada awal kalimat adalah kata yang dipentingkan. Berdasarkan prinsip tersebut, untuk mencapai efek yang diinginkan sebuah kalimat dapat diubah-ubah strukturnya dengan menempatkan sebuah kata yang dipentingkan pada awal kalimat.
Contoh:
·         Kami berharap pada kesempatan lain kita dapat membicarakan lagi soal ini, ubahan soal ini kami harap dapat kita bicarakan pada kesempatan lain.
·         Saya ingin semester ini mendapat nilai yang lebih baik, ubahan semester ini saya ingin mendapat nilai yang lebih baik.
·         Tahun ini saya mendapat beasiswa dari Pemerintah Provinsi, ubahan saya mendapat beasiswa dari Pemerintah Provinsi tahun ini.
c.       Repitisi
Repitisi adalah pengulangan sebuah kata yang dianggap penting dalam sebuah kalimat.
Contoh:
·         Bahasa Indonesia merupakan alat, yaitu alat untuk berkomunikasi.
·         Jam merupakan alat, yaitu alat untuk mengukur waktu.
·         Buku merupakan media,yaitu media belajar.

B.  Definisi
Definisi berasal dari kata latin “definire” yang berarti menandai batas-batas pada sesuatu, menetukan batas, member ketentuan atau batasan arti, jadi “definisi” dapat diartikan sebagai penjelasan apa yang dimaksud dengan sesuatu istilah, atau dengan kata lain definisi ialah sebuah pernyataan yang memuat penjelasan tentang arti suatu istilah.
Pernyataan yang memuat penjelasan arti atau definisi harus terdiri atas dua bagain, dan dua bagian ini harus ada, jika tidak bukanlah suatu definisi, yaitu:
Bagian pangkal disebut dengan istilah “definiendum” yang berisi istilah yang harus diberi penjelasan, dan bagian pembatas disebut dengan “definiens” yang berisi uraian mengenai arti dari bagian pangkal.
1.      Definisi Sinonim, yakni penjelasan dengan cara memberikan persamaan kata atau memberikan penjelasan dengan kata yang lebih dimengerti, misal:
·         Dampak adalah pengaruh yang membawa akibat,
·         Lahan adalah tanah terbuka,
·         Sandal adalah alas kaki,
·         Helm adalah pelindung kepala,
·         Gitar adalah alat musik petik.

2.      Definisi Etimologi, yakni penjelasan dengan cara memberikan asal-mula istilahnya, misal:
·         Demokrasi dari asal kata “demos” berarti rakyat “kratos/kratein” berarti kekuasaan atau berkuasa, jadi demokrasi berarti pemerintahan rakyat atau rakyat yang berkuasa,
·         Filsafat dari kata “philosopia”, “philein” berarti mencintai. “sophos” berarti kebijaksana, jadi filsafat berarti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana.
·         Biologi dari kata “bios” berarti hidup “logos” berarti ilmu, jadi Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup.

3.      Definisi Formal/ Riil, yakni penjelasan tentang hal yang ditandai oleh suatu istilah, misal:
·         Manusia adalah substansi yang terdiri atas jiwa dan raga,
·         Hukum adalah peraturan yang bersifat memaksa,
·         Awan adalah uap air yang berkumpul di udara karena penyinaran laut oleh matahari.